Aku hanya mampu diam,tak bicara dan hanya mampu membalas ketika ia menyentuh lembut dagu dan memisahkan kedua bibir untuk kemudian menciuminya dengan perlahan dan tenang. Ada rasa yang kembali datang setelah sekian lama menghilang,ku biarkan dirinya tetap seperti itu dan menikmati setiap detiknya,dan mulai saling membalas. Berjuta rasa terasakan sudah, berjuta saraf kecil memercikkan listrik ketika dua bibir bertemu, berjuta getaran merenggangkan sel otak.Di tengah desahan napasnya yang tak lagi teratur, ia masih sempat membisikkan "Putri, tetaplah disini.."
*catatan setelah mimpi tadi malam..*sigh ternyata hanya mimpi :p
No comments:
Post a Comment