Sunday, June 27, 2010
Saturday, June 26, 2010
-Pre and Post-
Beyond Limit
-Ganteng-
Siang ini, saat perjalanan pulang menuju rumah, di dalam bus transjakarta menuju Ragunan. Saya terpesona oleh seorang pria didepan saya. Baju nya biasa saja, memakai tas ransel dan sepatu converse belel seperti mahasiswa umumnya. Ia duduk di depan saya dengan kabel di telinganya, ia asik sekali sepertinya dengan dunianya. Tidak berapa lama, ia memberikan tempat duduknya untuk seorang ibu dengan anak kecil.
Hmm.. pandangan yang menarik... saya selalu suka dengan lelaki yang bisa bersikap seperti laki2, dan tidak seperti laki2 kebayakan sekarang, kalau boleh pinjem istilah teman saya "menye menye". That guy really hooked me, dan seketika dia langsung terlihat GANTENG buat saya.
Kalau diingat-ingat, ada sebagian orang yang akan terlihat ganteng untuk saya, diantaranya :
- Pria seperti yang saya tulis diatas, yang masih punya nurani dan bersikap gentle like a man should be. Ganteng.
- Pria yang berbilal, tilawah, atau azan, dengan merdu. Ini sungguh memanjakan telinga. Ganteng.
- Pria yang sedang berjalan kaki, dan menenteng air mineral. Aneh ya, tapi menurut saya ini kewwwwll banget.Ganteng.
- Pria yang memakai polo shirt putih, entah kenapa tapi saya sukaa banget kalau melihat pria yang memakai baju putih. Ganteng.
- Pria yang sedang membetulkan mesin kendaraan rusak, atau membetulkan pipa yang bocor, atau membawa obeng, atau membawa barang2 berat.
- Pria yang sedang baca buku dengan ukuran A5 atau lebih kecil dan tebalnya medium. Dan dia seperti tampak tidak mau diganggu dengan bacaan nya. Ganteng.
- Pria yang suka dengan olah raga, tidak takut panas dan menjadi hitam dan bercucur keringat. uuugh..Ganteng.
- Pria yang tahu kapan harus bersikap konyol, serius, dan manja.
Hahaha.. no hard feeling guys'... i'm just trying to express what i'm feeling.
Nevertheless, no man can defeat my handsome man.. :*
and well, happy saturday people..
Thursday, June 17, 2010
Sunday, June 13, 2010
Thursday, June 3, 2010
Tuesday, June 1, 2010
Yang kepikiran adalah kerja keras sampe kaya gini untuk apa??
Kehidupan lebih baik?
Keluarga?
Diri sendiri?
Atau masa depan?
Hah...
Sudah terlalu lelah sepertinya untuk mikirin hal2 seperti itu,
Seandainya sampai rumah, ada orang yang bisa diajak berbagi atau yang menunggu
Mungkin akan terasa lebih ringan
*selasa malam,10.45,diantara rasa kecewa,gamang,sedih,lelah semua jadi satu*