Monday, September 21, 2009

Berawal dari ketidaksengajaan

...Berawal dari satu getar sel abu abu...

Saya rindu dengan sel otak yang membuat pikiran menjadi nyata. Respons murni dari pemikiran, tak terkategori, sampai hadirnya arti "momen". "momen" yang menurut spiritualis bukanlah masa lalu maupun masa depan tapi hanya sebuah distraksi, yang menarik kita ke dalam abstarksi mental yang tidak nyata. Dimana tidak ada yang lebih penting daripada saat ini.

Hanya pada saat ini kita mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan.
Saat ini selalu memperbaharui dirinya tanpa batas. Tapi begitu kita terjebak dalam linearitas, maka kita selamanya mengambang di pemahaman hidup yang paling dangkal.

Jadi untuk apa kita menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan??




*huaa..aku ingin pergi berlibur..sepertinya sounds great..any places..where no one knows me or you...

No comments:

Post a Comment